Bulan: Januari 2026

Pro dan Kontra Legalisasi Judi: Dampak Ekonomi, Sosial, dan Regulasi bagi Negara

Pro dan Kontra Legalisasi Judi: Dampak Ekonomi, Sosial, dan Regulasi bagi Negara

Tittle : Pro dan Kontra Legalisasi Judi: Dampak Ekonomi, Sosial, dan Regulasi bagi Negara

Pendahuluan

Wacana mengenai legalisasi judi sering kali menjadi perdebatan panas di berbagai negara. Di satu sisi, ada potensi pemasukan pajak yang sangat besar; di sisi lain, ada risiko degradasi moral dan masalah sosial yang mengintai. Namun, apa yang sebenarnya terjadi jika sebuah negara memutuskan untuk melegalkan perjudian secara resmi?

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai dampak ekonomi, risiko sosial, hingga sistem regulasi yang biasanya diterapkan oleh negara-negara yang telah menempuh jalur ini.


1. Dampak Ekonomi: Sumber Pendapatan Negara yang Masif

Alasan utama banyak negara (seperti Singapura, Las Vegas di AS, atau Macau) melegalkan judi adalah faktor ekonomi. Berikut adalah rinciannya:

  • Penerimaan Pajak (Tax Revenue): Pemerintah dapat menarik pajak tinggi dari operator kasino dan kemenangan pemain. Dana ini sering kali dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, atau kesehatan.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Industri perjudian tidak hanya butuh dealer, tetapi juga staf hotel, keamanan, IT, pemasaran, hingga layanan logistik.
  • Pertumbuhan Sektor Pariwisata: Kasino yang terintegrasi (Integrated Resorts) menarik wisatawan mancanegara yang membawa devisa besar bagi negara.
  • Menekan Pasar Gelap: Dengan legalisasi, aktivitas judi yang sebelumnya dikuasai sindikat kriminal bawah tanah dapat ditarik ke permukaan dan dikontrol oleh negara.

2. Dampak Sosial: Tantangan yang Harus Dihadapi

Meskipun menguntungkan secara finansial, dampak negatif terhadap masyarakat tetap menjadi perhatian utama:

Adiksi dan Masalah Psikologis

Judi bersifat adiktif. Legalisasi dapat meningkatkan jumlah “penjudi patologis” yang menghabiskan harta benda mereka, yang berujung pada depresi hingga keretakan rumah tangga.

Peningkatan Angka Kriminalitas Mikro

Meski judi legal dapat mengurangi kejahatan terorganisir, ia sering kali memicu peningkatan kriminalitas tingkat rendah di sekitar area kasino, seperti pencurian atau penipuan yang dilakukan oleh individu yang kalah judi.


3. Regulasi Ketat: Kunci Keberhasilan Legalisasi

Negara yang melegalkan judi tidak membiarkannya bebas begitu saja. Mereka menerapkan sistem Responsible Gambling yang sangat ketat:

  1. Batasan Usia dan Identitas: Pemeriksaan identitas yang ketat untuk memastikan anak di bawah umur tidak memiliki akses.
  2. Sistem Blacklist: Warga negara yang memiliki masalah finansial atau menerima bantuan sosial dilarang masuk ke kasino (seperti yang diterapkan di Singapura).
  3. Pajak Khusus Warga Lokal: Beberapa negara mengenakan biaya masuk yang mahal bagi warga lokal untuk mencegah masyarakat berpenghasilan rendah ikut bermain, sementara turis asing dibebaskan.
  4. Alokasi Dana Rehabilitasi: Negara wajib menyisihkan sebagian pajak judi untuk membiayai pusat rehabilitasi bagi pecandu judi.

4. Perbandingan: Negara yang Sukses vs Gagal

NegaraPendekatanHasil
SingapuraModel Kasino TerintegrasiPertumbuhan ekonomi tinggi dengan kontrol ketat pada warga lokal.
MacauHub Judi GlobalMenjadi pusat judi dunia, namun sangat bergantung secara ekonomi pada satu sektor.
Filipina (POGO)Judi OnlineMenghasilkan pendapatan besar, namun sempat menghadapi tantangan terkait imigran ilegal dan isu keamanan.

Kesimpulan

Legalisasi judi adalah “pedang bermata dua”. Sebuah negara dapat meraup keuntungan ekonomi yang luar biasa dan mempercepat pembangunan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa kuat regulasi dan pengawasan yang dilakukan pemerintah. Tanpa sistem kontrol yang ketat, biaya sosial untuk menangani dampak negatifnya bisa jauh lebih besar daripada pendapatan pajak yang diterima.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Pajak Judi: Definisi, Cara Kerja, dan Status Hukumnya di Indonesia

Pajak Judi: Definisi, Cara Kerja, dan Status Hukumnya di Indonesia

Tittle : Pajak Judi: Definisi, Cara Kerja, dan Status Hukumnya di Indonesia

Pendahuluan

Di banyak negara maju, perjudian sering kali dipandang sebagai industri yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara melalui skema perpajakan. Istilah pajak judi merujuk pada pungutan yang dikenakan pemerintah atas aktivitas taruhan, baik kepada penyedia layanan (bandar) maupun kepada individu yang memenangkan taruhan.

Namun, penerapan pajak ini sangat bergantung pada kebijakan dan legalitas hukum di masing-masing negara. Artikel ini akan membahas secara mendetail mengenai mekanisme pajak judi secara global dan bagaimana posisi hukum Indonesia terkait hal ini.


Apa Itu Pajak Judi?

Pajak judi adalah kategori pajak yang dikenakan atas uang yang dipertaruhkan atau dimenangkan dalam aktivitas perjudian. Secara umum, pajak ini terbagi menjadi dua jenis:

  1. Pajak Operator (Gaming Tax): Pajak yang wajib dibayarkan oleh pengelola kasino, situs judi online, atau penyelenggara lotre atas pendapatan kotor mereka.
  2. Pajak Kemenangan (Winnings Tax): Pajak yang dipotong langsung dari jumlah uang yang dimenangkan oleh pemain.

Dalam ekonomi publik, pajak ini sering dikategorikan sebagai “Sin Tax” (pajak atas dosa), serupa dengan pajak rokok atau alkohol. Tujuannya adalah untuk mendanai fasilitas publik sekaligus menekan dampak sosial negatif dari aktivitas tersebut.


Bagaimana Pajak Judi Diterapkan Secara Global?

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda mengenai besaran dan mekanisme pemungutan pajak judi:

  • Amerika Serikat: Layanan Pajak Internal (IRS) menganggap kemenangan judi sebagai pendapatan kena pajak. Pemenang wajib melaporkan kemenangan mereka dalam SPT tahunan.
  • Inggris (UK): Sejak tahun 2001, Inggris menghapus pajak bagi pemain. Sebagai gantinya, pemerintah mengenakan pajak yang tinggi langsung kepada operator judi.
  • Singapura: Negara ini melegalkan judi di tempat tertentu (seperti Marina Bay Sands) dan mengenakan pajak yang sangat ketat untuk mendanai program sosial dan pendidikan.

Mengapa Indonesia Tidak Mengenakan Pajak Judi?

Banyak orang bertanya-tanya, “Mengapa Indonesia tidak memajaki judi saja agar pendapatan negara meningkat?” Jawabannya terletak pada Konstitusi dan Undang-Undang.

1. Ilegalitas Perjudian

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, segala bentuk perjudian di Indonesia adalah tindak pidana. Karena aktivitasnya dilarang hukum, maka negara tidak bisa menarik pajak darinya. Menarik pajak dari judi secara resmi berarti mengakui atau melegalkan aktivitas tersebut.

2. Barang Bukti vs Objek Pajak

Dalam hukum Indonesia, uang yang dihasilkan dari judi tidak dianggap sebagai “penghasilan” yang dipajaki, melainkan sebagai barang bukti kejahatan. Berdasarkan Pasal 303 KUHP, uang hasil judi harus disita oleh negara dan pelakunya dapat dipidana penjara.

3. Perbedaan dengan Pajak Hadiah Undian

Penting untuk membedakan antara pajak judi dan Pajak Penghasilan (PPh) atas Hadiah Undian.

  • Hadiah Undian: Berasal dari kegiatan promosi resmi yang memiliki izin dari Kementerian Sosial (misalnya undian bank). Pajaknya sebesar 25% bersifat final.
  • Kemenangan Judi: Tidak ada pajaknya karena kegiatannya dilarang.

Dampak Jika Judi Dipaksakan untuk Dipajaki

Secara sosiologis, melegalkan judi demi mengejar pajak judi di Indonesia dianggap memiliki risiko yang lebih besar daripada keuntungannya:

  • Kerusakan Moral: Melegalkan judi dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat.
  • Kecanduan Massal: Akses yang dilegalkan dapat memicu angka kemiskinan baru akibat kecanduan judi.
  • Stigma Negara: Pemerintah akan dianggap “mengambil keuntungan” dari kebiasaan buruk rakyatnya.

Kesimpulan

Secara internasional, pajak judi adalah instrumen ekonomi untuk mengatur industri taruhan. Namun, di Indonesia, skema pajak ini tidak berlaku karena perjudian tetap berstatus sebagai perbuatan kriminal. Menjauhi judi adalah pilihan paling bijak untuk menjaga keamanan finansial dan terhindar dari jeratan hukum yang berat.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Judi Bawah Tanah: Menguak Sisi Gelap, Risiko, dan Dampak Hukumnya

Judi Bawah Tanah: Menguak Sisi Gelap, Risiko, dan Dampak Hukumnya

Tittle : Judi Bawah Tanah: Menguak Sisi Gelap, Risiko, dan Dampak Hukumnya

Di balik gemerlapnya dunia digital yang menawarkan taruhan terbuka, terdapat jaringan yang lebih tertutup yang dikenal sebagai judi bawah tanah. Berbeda dengan platform yang agresif beriklan di media sosial, judi bawah tanah beroperasi secara senyap, sering kali mengandalkan koneksi personal dan jaringan tertutup yang sulit dilacak oleh pihak berwenang.

Namun, di balik sifatnya yang eksklusif, judi bawah tanah menyimpan risiko yang jauh lebih berbahaya daripada perjudian pada umumnya. Artikel ini akan membahas secara detail bagaimana jaringan ini bekerja dan mengapa aktivitas ini dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan sosial.


Apa Itu Judi Bawah Tanah?

Judi bawah tanah merujuk pada aktivitas perjudian yang dilakukan secara ilegal tanpa izin dari pemerintah dan beroperasi di luar pengawasan hukum. Aktivitas ini bisa berupa:

  1. Rumah Judi Fisik: Lokasi rahasia seperti gudang, rumah pribadi, atau ruko yang dijadikan tempat bertaruh.
  2. Jaringan Bandar Lokal: Taruhan bola atau lotre (togel) yang dilakukan melalui pesan singkat atau perantara orang per orang.
  3. Kasino Privat: Perjudian taruhan tinggi yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu dengan undangan khusus.

Mekanisme Operasional Judi Bawah Tanah

Mengapa aktivitas ini sulit diberantas? Berikut adalah beberapa mekanisme yang sering digunakan:

1. Sistem Referal Tertutup

Untuk masuk ke dalam lingkaran ini, seseorang biasanya harus dibawa oleh anggota lama yang sudah dipercaya. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko masuknya informan kepolisian.

2. Transaksi Non-Lacak

Sering kali, judi bawah tanah menggunakan sistem kredit atau pembayaran tunai langsung melalui perantara (runner). Di era modern, mereka juga mulai beralih menggunakan aset kripto untuk menyamarkan aliran dana dari pantauan bank pusat.

3. Perlindungan Terorganisir

Banyak jaringan judi bawah tanah yang berafiliasi dengan organisasi kriminal tertentu untuk menyediakan “keamanan” fisik serta penagihan hutang secara paksa.


Risiko Tersembunyi di Balik Judi Bawah Tanah

Banyak pemain tertarik pada judi bawah tanah karena merasa lebih “privat” atau menawarkan limit taruhan yang lebih besar. Namun, risiko yang dihadapi sangat besar:

  • Tidak Ada Perlindungan Hukum: Jika Anda menang besar dan bandar menolak membayar, Anda tidak bisa melapor ke pihak kepolisian karena aktivitas tersebut ilegal sejak awal.
  • Kekerasan Fisik: Penagihan hutang dalam judi bawah tanah sering melibatkan intimidasi dan kekerasan fisik karena tidak melibatkan prosedur perbankan yang sah.
  • Manipulasi Hasil: Tanpa adanya audit dari lembaga pengawas, bandar sangat mudah untuk mencurangi permainan demi keuntungan sepihak.

Dampak Hukum bagi Pelaku

Dalam konteks hukum di banyak negara, termasuk Indonesia (Pasal 303 KUHP), terlibat dalam judi bawah tanah memiliki konsekuensi berat:

  1. Ancaman Pidana: Baik bandar, penyedia tempat, maupun pemain dapat dijatuhi hukuman penjara.
  2. Penyitaan Aset: Seluruh harta yang terbukti berasal dari hasil judi dapat disita oleh negara di bawah undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).
  3. Catatan Kriminal: Memiliki catatan kriminal terkait judi akan menghambat seseorang dalam mencari pekerjaan resmi atau mengurus dokumen administratif lainnya.

Cara Menghindari Jeratan Judi Bawah Tanah

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tawaran investasi atau permainan yang menyerupai judi. Berikut tipsnya:

  • Waspadai Tawaran Tertutup: Jika sebuah permainan uang bersifat rahasia dan tidak memiliki izin resmi, hampir dipastikan itu adalah ilegal.
  • Pahami Risiko Finansial: Tidak ada kekayaan yang dihasilkan dari judi; sistem selalu didesain agar bandar menang.
  • Edukasi Keluarga: Berikan pemahaman kepada orang terdekat bahwa judi bawah tanah sering kali menjadi pintu masuk bagi kejahatan terorganisir lainnya.

Kesimpulan

Judi bawah tanah adalah lingkaran gelap yang menjanjikan keuntungan namun berakhir dengan kerugian total. Selain risiko kehilangan harta benda, keterlibatan dalam aktivitas ini mengancam keselamatan fisik dan reputasi hukum seseorang. Menjauhi segala bentuk perjudian adalah langkah terbaik untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketenangan hidup keluarga.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Fenomena Judi Online: Mengapa Judi Semakin Populer di Masa Kini?

Fenomena Judi Online: Mengapa Judi Semakin Populer di Masa Kini?

Tittle : Fenomena Judi Online: Mengapa Judi Semakin Populer di Masa Kini?

Fenomena Judi Online: Mengapa Judi Semakin Populer di Masa Kini?

Fokus Kata Kunci: Judi semakin populer


Pendahuluan

Di era digital saat ini, pemandangan orang yang terpaku pada layar ponsel untuk memasang taruhan menjadi hal yang kian lazim. Fenomena judi semakin populer bukan hanya terjadi di kota besar, tapi sudah merambah hingga ke pelosok desa.

Meskipun kampanye mengenai bahaya judi terus digalakkan, jumlah pengguna platform judi justru menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Lantas, apa yang sebenarnya memicu ledakan popularitas ini? Artikel ini akan mengulas faktor-faktor utama yang membuat judi begitu cepat menyebar.


Faktor Utama Mengapa Judi Semakin Populer

Ada beberapa alasan mendasar yang saling berkaitan sehingga menciptakan gelombang besar peminat judi di masa sekarang:

1. Aksesibilitas dan Kemudahan Teknologi

Jika dulu judi memerlukan kehadiran fisik di lokasi tersembunyi, kini judi berada di genggaman tangan.

  • Judi Online: Munculnya situs dan aplikasi judi yang beroperasi 24 jam memudahkan siapapun untuk bertaruh kapan saja dan di mana saja.
  • Sistem Pembayaran Instan: Dukungan pembayaran melalui e-wallet, pulsa, hingga transfer bank membuat proses pengisian saldo (top-up) menjadi sangat cepat dan anonim.

2. Agresi Iklan dan Promosi di Media Sosial

Popularitas judi didorong oleh strategi pemasaran yang sangat masif. Iklan judi seringkali menyusup melalui:

  • Situs Streaming Film: Iklan banner yang menonjolkan visual menarik.
  • Influencer: Penggunaan jasa publik figur untuk mempromosikan situs judi dengan kedok “game online” atau “investasi”.
  • Spam WhatsApp/SMS: Pesan berantai yang menawarkan bonus deposit besar untuk menarik pemain baru.

3. Tekanan Ekonomi dan Janji Kekayaan Instan

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak orang mencari jalan pintas. Judi dipasarkan sebagai solusi cepat untuk mendapatkan uang banyak dengan modal yang sangat kecil (receh). Bagi mereka yang sedang terjepit hutang atau pengangguran, janji “menang besar” menjadi harapan palsu yang sangat menggiurkan.

4. Desain Permainan yang Manipulatif

Platform judi modern dirancang oleh ahli psikologi untuk menciptakan kecanduan.

  • Gamifikasi: Judi dibuat menyerupai permainan video yang menyenangkan dengan warna-warna cerah dan efek suara kemenangan yang merangsang otak.
  • Kemenangan Kecil yang Sering: Memberikan kemenangan kecil di awal bertujuan untuk memancing hormon dopamin, sehingga pemain merasa mereka “sedang beruntung” dan terus ingin mencoba.

Dampak di Balik Popularitas Judi

Meskipun judi semakin populer, dampak yang ditinggalkan sangatlah merusak:

SektorDampak Nyata
FinansialTerjerat hutang pinjaman online (pinjol), kebangkrutan, hingga kehilangan aset.
PsikologisStres berat, depresi, kecemasan kronis, hingga keinginan bunuh diri.
SosialKehancuran rumah tangga (perceraian) dan meningkatnya angka kriminalitas.
Generasi MudaMerusak etos kerja remaja yang mulai percaya pada keberuntungan daripada usaha.

Mengapa Popularitas Ini Harus Diwaspadai?

Popularitas judi bukan menunjukkan kemajuan ekonomi, melainkan gejala kerapuhan sosial. Ketika judi dianggap sebagai gaya hidup atau cara mencari nafkah, maka fondasi produktivitas masyarakat akan runtuh.

Pemerintah dan penyedia layanan internet terus berupaya memblokir situs-situs ini, namun kesadaran individu tetap menjadi benteng pertahanan terkuat. Memahami bahwa sistem judi dirancang agar bandar selalu menang adalah langkah awal untuk melepaskan diri dari tren berbahaya ini.


Kesimpulan

Fenomena judi semakin populer adalah hasil dari perpaduan antara kemudahan teknologi dan kerentanan ekonomi masyarakat. Tanpa literasi keuangan dan kesadaran akan bahaya adiksi, lingkaran setan ini akan terus menelan korban baru. Jangan biarkan masa depan Anda dan keluarga hancur hanya demi harapan kosong di balik layar ponsel.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Judi Sebagai Lingkaran Setan: Mengapa Sangat Sulit untuk Berhenti?

Judi Sebagai Lingkaran Setan: Mengapa Sangat Sulit untuk Berhenti?

Tittle : Judi Sebagai Lingkaran Setan: Mengapa Sangat Sulit untuk Berhenti?

Pahami mengapa judi disebut sebagai lingkaran setan. Pelajari fase kecanduan, dampak psikologis, dan cara memutus rantai ketergantungan judi di sini.


Pendahuluan

Bagi banyak orang, judi mungkin dimulai sebagai hiburan sederhana atau upaya mencari keberuntungan instan. Namun, di balik janji kemenangan besar, terdapat ancaman yang jauh lebih gelap. Fenomena judi sebagai lingkaran setan bukanlah sekadar kiasan; ini adalah gambaran nyata tentang bagaimana seseorang terjebak dalam siklus adiksi yang menghancurkan finansial, mental, hingga hubungan sosial.

Mengapa judi begitu menjerat? Dan bagaimana siklus ini bekerja mengunci korbannya? Artikel ini akan mengupas tuntas mekanisme “lingkaran setan” tersebut.


Mekanisme Lingkaran Setan dalam Perjudian

Istilah “lingkaran setan” merujuk pada situasi di mana satu masalah menciptakan masalah baru yang justru membuat masalah awal semakin sulit diselesaikan. Dalam judi, siklus ini terdiri dari beberapa fase:

1. Fase Kemenangan (The Winning Phase)

Siklus dimulai ketika pemain mendapatkan kemenangan, meskipun kecil. Otak melepaskan dopamin, zat kimia yang menciptakan rasa senang dan euforia. Hal ini menanamkan keyakinan palsu bahwa mereka memiliki “bakat” atau “strategi” untuk menang terus-menerus.

2. Fase Kehilangan (The Losing Phase)

Kekalahan adalah kepastian dalam judi karena sistem selalu memihak bandar (house edge). Saat mulai kalah, pemain tidak berhenti. Sebaliknya, muncul dorongan untuk “chasing losses” atau mengejar kerugian. Mereka percaya bahwa kemenangan besar akan segera datang untuk menutup semua hutang.

3. Fase Putus Asa (The Desperation Phase)

Pada tahap ini, pemain telah menghabiskan tabungan, menjual aset, atau terjebak pinjaman online (pinjol). Tekanan finansial yang berat menciptakan stres luar biasa. Ironisnya, satu-satunya cara yang terpikirkan oleh pemain untuk melunasi hutang tersebut adalah dengan berjudi lagi. Di sinilah judi sebagai lingkaran setan mencapai titik puncaknya.


Dampak Psikologis: Mengapa Otak Sulit Berhenti?

Judi bekerja dengan cara yang mirip dengan kecanduan narkoba. Berikut adalah alasan psikologis di baliknya:

  • Intermittent Reinforcement: Otak manusia lebih cepat kecanduan pada hadiah yang datangnya tidak terduga daripada hadiah yang pasti. Ketidakpastian kapan kemenangan akan datang justru membuat pemain terus memencet tombol atau memasang taruhan.
  • Near-Miss Effect: Fenomena “nyaris menang” (misalnya dua angka sama dari tiga angka di mesin slot) diartikan oleh otak sebagai sinyal bahwa kemenangan sudah dekat, padahal secara matematis itu tetaplah kekalahan.
  • Distorsi Kognitif: Penjudi sering terjebak dalam pemikiran salah (gambler’s fallacy), seperti percaya bahwa jika merah sudah keluar lima kali, maka berikutnya pasti hitam.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Dampak dari lingkaran setan ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga lingkungan sekitarnya:

  1. Kerusakan Hubungan: Kebohongan demi kebohongan untuk menutupi hutang menghancurkan kepercayaan keluarga dan pasangan.
  2. Kesehatan Mental: Kecemasan kronis, depresi, hingga keinginan untuk mengakhiri hidup sering muncul saat tumpukan hutang tak lagi terbendung.
  3. Masalah Hukum: Demi menutupi kerugian, tak jarang penjudi nekat melakukan tindakan kriminal seperti penggelapan atau penipuan.

Cara Memutus Rantai Lingkaran Setan Judi

Keluar dari jeratan judi memang sulit, namun bukan tidak mungkin. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil:

  • Akui Adanya Masalah: Pemulihan dimulai dengan kejujuran pada diri sendiri bahwa judi telah menjadi kecanduan, bukan lagi hiburan.
  • Blokir Semua Akses: Hapus aplikasi judi, blokir situs terkait, dan jauhi lingkungan yang memicu keinginan bertaruh.
  • Serahkan Kendali Keuangan: Berikan akses keuangan Anda kepada orang yang dipercaya (keluarga/pasangan) untuk sementara waktu guna mencegah penggunaan uang untuk judi.
  • Cari Bantuan Profesional: Konsultasi dengan psikolog atau bergabung dengan komunitas dukungan (support group) untuk mengatasi ketergantungan dopamin di otak.

Kesimpulan

Memahami judi sebagai lingkaran setan adalah langkah awal untuk menyadari betapa berbahayanya aktivitas ini jika dibiarkan menjadi kecanduan. Tidak ada kemenangan sejati di atas meja judi; kemenangan sesungguhnya adalah ketika Anda mampu berhenti dan mengambil alih kembali kendali atas hidup Anda.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Pria di Ciputat Gantung Diri Diduga karena Kecanduan Judi ”Online”

Pria di Ciputat Gantung Diri Diduga karena Kecanduan Judi ”Online”

Tittle: Pria di Ciputat Gantung Diri Diduga karena Kecanduan Judi ”Online”
Seorang pria di Ciputat gantung diri diduga karena terlilit utang judi online. Seperti itulah realitas jeratan judi daring atau online. Pemainnya kecanduan, buntung terlilit utang hingga bunuh diri karena stres. Kalah jadi abu, menang jadi arang. Sama-sama tidak ada untungnya.

S (44), karyawan swasta, terakhir kali terlihat sedang merokok di teras rumahnya di Jalan Roda, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/7/2024) dini hari. Pagi harinya ia ditemukan tewas dalam posisi gantung diri di rangka atap saung rumahnya.

Tetangganya bergegas melapor ke Kepolisian Sektor Ciputat. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan S meninggal karena gantung diri dan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau luka pada tubuhnya.

”S tidak memiliki riwayat penyakit. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dan autopsi. Dari keterangan orang-orang sekitar, S mempunyai utang kepada beberapa orang,” tutur Kepala Polsek Ciputat Komisaris Kemas MS Arifin, Senin (8/7/2024).

Utang kepada beberapa orang ini masih ditelusuri penyidik. Apakah ada kaitannya dengan judi online atau tidak.

S yang diduga bunuh diri karena judi daring ini menambah rentetan panjang kasus serupa, dari masyarakat umum hingga TNI, dan Polri terjerat judi daring, terlilit utang, dan bunuh diri.

Slamet (32), sopir ojek daring di Semarang, Jawa Tengah, gantung diri pada Juni lalu karena kalah judi daring dan terlilit utang mencapai Rp 15 juta sehingga menggadaikan sertifikat rumah. Ia terjerat judi daring tiga tahun terakhir dan beberapa kali mencoba bunuh diri sebelum akhirnya tewas gantung diri.

Muhammad Nurhapif (24), sopir truk, ditemukan gantung diri dalam posisi kendaraannya parkir di bahu Jalan Tol Tangerang-Merak Km 52, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (12/3/2024) sore.

Dari keterangan saksi, Nurhapif naik-turun truk sambil bermain permainan yang diduga judi daring. Tak berselang lama ia ditemukan tewas gantung diri dengan dugaan kalah judi daring.

Dalam kasus lainnya, Letnan Satu Dokter Eko Damara diduga bunuh diri karena judi daring. Sama halnya dengan Prajurit Dua Prima Saleh Gea.

Eko, dokter di Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Mobile Republik Indonesia-Papua Niugini Yonif 7 Marinir, diduga bunuh diri karena terlilit utang untuk judi daring. Ia ditemukan bersimbah darah dengan posisi tubuh bersandar pada dinding ruangan.

Sementara Prima, anggota Batalyon Kesehatan 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad Bogor, diduga gantung diri karena terjerat judi daring. Ia ditemukan di Kamar OB Rumah Sakit Lapangan Yonkes 1/YKH/1 Kostrad, Bogor, pada 4 Juni 2024.

Brigadir Satu (Briptu) Fadhilatun Nikmah bahkan membakar suaminya, Briptu Rian DW, karena menghabiskan tabungan untuk judi daring, Sabtu (8/6/2024), di Mojokerto, Jawa Timur. Rentetan kejadian ini menandakan judi daring sudah pada level akut dan telah menjangkiti seluruh lapisan masyarakat.

Sebanyak 3,2 juta warga di Indonesia bermain judi online pada tahun 2023 berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sekitar 80 persen di antaranya bermain judi dengan nilai di bawah Rp 100.000. Akumulasi perputaran uang judi daring pada tahun 2023 mencapai Rp 327 triliun (Kompas, 19 Juni 2024).

Sehubungan dengan judi daring ini, Pusat Informasi Kriminal Bareskrim Polri mencatat penanganan 9.790 kasus judi selama kurun Januari 2021 sampai September 2023.

Pada saat yang sama, Kementerian Komunikasi dan Informatika memutus akses 1,91 juta konten bermuatan judi daring mulai dari 17 Juli 2023 hingga 22 Mei 2024. Kemenkominfo juga menutup 18.877 sisipan halaman judi daring di situs pendidikan dan 22.714 sisipan halaman di situs pemerintahan sampai 22 Mei 2024.

Selain itu, pada Juni lalu, pemerintah menegaskan akan satu barisan dalam memberantas judi daring dengan Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring. Satuan ini diyakini menyudahi ego sektoral yang selama ini melekat di sejumlah institusi dengan berbagai strategi, dari menelusuri aliran uang dalam ribuan rekening mencurigakan, menyelidiki jual-beli rekening, hingga menutup penjualan isi ulang gim yang diduga terafiliasi dengan praktik perjudian (Kompas, 19 Juni 2024).

Jutaan pemblokiran, ribuan penindakan, serta pembentukan satuan tugas tak otomatis menyurutkan bandar dan pemain judi daring. Hal tersebut menunjukkan judi daring sudah jadi masalah struktural yang tak bisa dituntaskan setengah-setengah.

Kriminolog Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iqrak Sulhin, menuturkan, judi daring bukan fenomena setahun atau dua tahun, melainkan sudah lama ada di tengah masyarakat. Namun, negara seakan tidak serius menanganinya. Hal itu terlihat dari judi daring baru menjadi perhatian ketika muncul dengan dampak yang mengejutkan, seperti bunuh diri atau kekerasan dalam rumah tangga.

Negara juga seakan abai bahkan terhadap iklan judi online yang melibatkan sejumlah pesohor. Situasi ini kian parah dengan adanya dugaan keterlibatan aparat penegak hukum dalam judi daring yang kian marak.

”Menindak pelaku judi online tidak akan menyelesaikan masalah. Ini sama seperti polisi menindak pengguna narkotika. Masalahnya bukan di mereka, melainkan masalah struktural,” ujarnya, Senin siang.

Iqrak mengategorikan dua penyebab fenomena judi daring, yakni individual dan struktural. Penyebab individual erat kaitannya dengan motivasi untuk memperbaiki nasib secara instan dan ketidakpahaman individu mengenai risiko kerugian meskipun di awal berjudi bisa saja mendapatkan keuntungan.

”Terlebih dalam konteks judi online, di mana teknologi dapat direkayasa untuk menguntungkan bandar,” katanya.

Baca juga: Perang Lawan Judi Daring Sangat Minim

Selanjutnya, penyebab struktural. Ini merupakan hal yang paling mendasar. Pertama, terkait dengan akses kepada sumber-sumber pendapatan yang legal. Kedua, terkait dengan peran negara di dalam pengendalian judi daring.

Iqrak mengatakan, salah satu sebab orang berjudi untuk mendapatkan uang secara instan karena terbatasnya akses terhadap sumber-sumber pendapatan yang legal, misalnya, sulit mendapatkan pekerjaan atau kesempatan usaha yang menguntungkan. Dalam konteks ini, kebanyakan adalah mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.

”Judi online ini berkaitan dengan belum tertanganinya masalah kemiskinan, pengangguran atau ketimpangan sosial, serta keseriusan negara di dalam mengendalikan judi online,” ujarnya.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Hati-Hati! Mengenal Berbagai Jenis Mesin yang Berbau Judi di Masyarakat

Hati-Hati! Mengenal Berbagai Jenis Mesin yang Berbau Judi di Masyarakat

Tittle :Hati-Hati! Mengenal Berbagai Jenis Mesin yang Berbau Judi di Masyarakat

Hati-Hati! Mengenal Berbagai Jenis Mesin yang Berbau Judi di Masyarakat

Di tengah upaya pemerintah memberantas judi online, praktik perjudian konvensional ternyata masih bersembunyi di balik kedok “permainan ketangkasan” atau mesin otomatis. Banyak dari mesin yang berbau judi ini ditempatkan di pasar malam, pusat perbelanjaan, hingga warung-warung kecil agar tidak terdeteksi oleh pihak berwenang.

Sangat penting bagi orang tua dan masyarakat untuk mengenali mesin-mesin ini agar tidak terjebak dalam lingkaran setan perjudian. Berikut adalah daftar mesin yang patut diwaspadai karena mengandung unsur judi.


1. Mesin Slot Koin (Jackpot Tradisional)

Ini adalah bentuk mesin judi yang paling klasik. Sering disebut sebagai “mesin jackpot” atau “dingdong” di Indonesia.

  • Cara Kerja: Pemain memasukkan koin dan menekan tombol untuk memutar gambar. Jika gambar yang keluar sejajar atau membentuk pola tertentu, pemain mendapatkan hadiah koin yang bisa ditukar dengan uang tunai.
  • Ciri Bahaya: Hasil murni ditentukan oleh algoritma mesin (keberuntungan), bukan keahlian.

2. Mesin Penjepit Boneka (Claw Machine) yang Dimodifikasi

Mesin penjepit boneka sebenarnya adalah permainan ketangkasan yang legal. Namun, beberapa oknum memodifikasinya menjadi mesin yang berbau judi.

  • Modus Judi: Di dalam mesin bukan lagi berisi boneka, melainkan hadiah bernilai tinggi seperti ponsel, jam tangan mewah, atau gulungan uang tunai.
  • Ciri Bahaya: Kekuatan jepitan diatur secara otomatis oleh sistem agar hanya bisa menang setelah mencapai jumlah uang tertentu yang masuk ke mesin.

3. Mesin Vending Berhadiah (Mystery Box Machine)

Fenomena vending machine yang mengeluarkan kotak misteri sedang marak.

  • Modus Judi: Pengguna membayar nominal tertentu untuk mendapatkan sebuah kotak yang isinya tidak diketahui. Janjinya adalah hadiah utama berupa barang elektronik mahal, namun kenyataannya mayoritas kotak hanya berisi barang murah.
  • Ciri Bahaya: Mengandung unsur spekulasi tinggi di mana harga barang yang didapat sering kali jauh di bawah uang yang dikeluarkan.

4. Mesin Ketangkasan “Bola Tangkas” atau “Mickey Mouse”

Mesin ini menggunakan layar digital dengan tema permainan kartu atau bola.

  • Cara Kerja: Pemain menebak kombinasi kartu atau angka yang akan keluar. Jika tebakannya benar, pemain mendapatkan poin yang kemudian dapat ditukarkan secara sembunyi-sembunyi menjadi uang tunai melalui “kasir” di tempat tersebut.

5. Mesin Capit Uang (Money Blower Machine)

Mesin ini biasanya berbentuk tabung transparan dengan uang yang beterbangan ditiup angin.

  • Modus Judi: Pemain membayar sejumlah uang untuk masuk ke dalam tabung dan mencoba menangkap uang sebanyak-mungkin dalam waktu singkat.
  • Ciri Bahaya: Jika biaya masuk lebih besar daripada rata-rata hasil yang didapat, ini bisa dikategorikan sebagai eksploitasi dan perjudian terselubung.

Kenapa Mesin-Mesin Ini Harus Dihindari?

  1. Memicu Kecanduan: Suara lampu yang gemerlap dan sensasi “nyaris menang” dirancang secara psikologis untuk membuat otak terus ingin mencoba lagi.
  2. Kerugian Ekonomi: Meski terlihat murah (hanya beberapa ribu rupiah), frekuensi bermain yang tinggi bisa menguras kantong tanpa disadari.
  3. Melanggar Hukum: Di Indonesia, segala bentuk permainan yang hadiahnya bergantung pada keberuntungan dan melibatkan taruhan uang adalah ilegal menurut Pasal 303 KUHP.

Cara Melaporkan Mesin Judi di Lingkungan Anda

Jika Anda melihat keberadaan mesin yang berbau judi di lingkungan Anda, Anda dapat melakukan tindakan berikut:

  • Melapor ke ketua RT/RW atau pihak Keamanan Lingkungan.
  • Mengirim laporan melalui aplikasi Polisi Dulur Kito atau layanan aduan resmi Kepolisian setempat.
  • Menghubungi Satpol PP untuk penertiban izin usaha mesin permainan di tempat umum.

Kesimpulan

Mengenali jenis mesin yang berbau judi adalah langkah awal untuk melindungi diri dan keluarga dari pengaruh buruk perjudian. Pastikan permainan yang Anda atau anak Anda mainkan benar-benar mengandalkan ketangkasan dan memiliki izin resmi, bukan sekadar adu nasib yang merugikan.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Waspada Fenomena Vending Jadi Judi: Modus Baru Perjudian yang Mengincar Anak-Anak

Waspada Fenomena Vending Jadi Judi: Modus Baru Perjudian yang Mengincar Anak-Anak

Tittle : Waspada Fenomena Vending Jadi Judi: Modus Baru Perjudian yang Mengincar Anak-Anak

Waspada Fenomena Vending Jadi Judi: Modus Baru Perjudian yang Mengincar Anak-Anak

Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan munculnya mesin otomatis yang sekilas tampak seperti mesin permainan atau vending machine biasa. Namun, setelah ditelusuri, praktik yang terjadi di dalamnya justru mengarah pada perjudian. Fenomena vending jadi judi ini sangat meresahkan karena sering kali ditempatkan di warung-warung kecil atau lingkungan sekitar sekolah.

Bagaimana mesin yang seharusnya menjual barang atau mainan bisa berubah menjadi alat judi? Simak ulasan lengkapnya untuk melindungi keluarga Anda.


Apa Itu Modus Vending Jadi Judi?

Secara teknis, vending machine adalah mesin yang mengeluarkan barang setelah kita memasukkan uang. Namun, dalam modus vending jadi judi, mesin tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga:

  • Unsur Keberuntungan (Chance): Pengguna memasukkan koin (biasanya Rp1.000 atau Rp2.000), namun barang yang keluar tidak pasti atau bernilai jauh di bawah uang yang dikeluarkan.
  • Hadiah Uang Tunai/Barang Mewah: Mesin menjanjikan hadiah besar seperti uang tunai, ponsel, atau emas bagi mereka yang beruntung mendapatkan nomor atau kombinasi tertentu.
  • Kecanduan: Pola permainannya dirancang mirip dengan mesin slot, di mana ada efek visual dan suara yang memicu adrenalin pengguna untuk terus mencoba.

Kenapa Fenomena Ini Berbahaya?

1. Target Utama Adalah Anak-Anak

Karena diletakkan di tempat umum dan dekat pemukiman, anak-anak sekolah menjadi target termudah. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang diajarkan cara berjudi sejak dini dengan kedok “permainan berhadiah.”

2. Menanamkan Mentalitas Spekulasi

Fenomena vending jadi judi merusak pola pikir anak-anak. Mereka diajarkan bahwa untuk mendapatkan uang atau barang mahal, mereka tidak perlu bekerja keras, cukup dengan mengandalkan keberuntungan dan “menaruh uang” pada mesin.

3. Kerugian Finansial bagi Warga

Meski nominalnya kecil (ribuan rupiah), frekuensi yang tinggi dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terasa. Banyak warga yang akhirnya kehilangan uang belanja atau uang jajan demi memburu hadiah yang sebenarnya sudah diatur sistem agar jarang keluar.


Cara Mengenali Mesin Vending yang Terindikasi Judi

Masyarakat harus bisa membedakan mana mesin permainan yang sehat dan mana yang merupakan judi terselubung. Berikut ciri-cirinya:

  1. Tidak Ada Barang Pasti: Anda membayar tetapi ada kemungkinan tidak mendapatkan apa-apa.
  2. Skema Jackpot: Mesin menawarkan hadiah yang nilainya ratusan kali lipat dari harga koin yang dimasukkan.
  3. Tidak Memiliki Izin: Mesin tersebut biasanya dipasang secara ilegal tanpa izin usaha atau izin operasional dari pemerintah daerah setempat.

Langkah yang Harus Diambil Masyarakat

Jika Anda menemukan praktik vending jadi judi di lingkungan Anda, jangan tinggal diam. Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  • Edukasi Keluarga: Berikan pengertian kepada anak-anak tentang perbedaan permainan yang sehat dengan perjudian.
  • Lapor ke Aparat Desa/Kelurahan: Sampaikan keluhan kepada RT/RW atau pihak kelurahan untuk menindaklanjuti pemilik warung atau penyedia mesin.
  • Aduan Melalui Polisi atau Satpol PP: Gunakan layanan aduan kepolisian atau laporkan kepada Satpol PP setempat agar mesin tersebut dapat disita.

Kesimpulan

Transformasi vending jadi judi adalah ancaman nyata bagi moralitas dan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda. Ketegasan pemerintah dan pengawasan orang tua sangat diperlukan untuk memberantas modus perjudian terselubung ini sebelum semakin meluas.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Pemblokiran Rekening Terkait Judol: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Prosedurnya?

Pemblokiran Rekening Terkait Judol: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Prosedurnya?

Tittle: Pemblokiran Rekening Terkait Judol: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Prosedurnya?

Pemblokiran Rekening Terkait Judol: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Prosedurnya?

Pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) semakin memperketat ruang gerak perjudian daring. Salah satu langkah paling agresif yang dilakukan adalah pemblokiran rekening terkait judol.

Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai aliran dana dari pemain ke bandar. Namun, banyak masyarakat yang masih bingung mengenai alasan di balik pemblokiran ini dan apa yang harus dilakukan jika rekening mereka terdampak.


Mengapa Bank Melakukan Pemblokiran Rekening?

Bank memiliki kewajiban hukum untuk melaporkan dan menghentikan transaksi yang mencurigakan. Berikut adalah alasan utama terjadinya pemblokiran:

1. Instruksi Resmi OJK dan PPATK

Berdasarkan UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, OJK memiliki wewenang memerintahkan bank untuk memblokir rekening yang masuk dalam daftar hitam (blacklist) terkait aktivitas ilegal, termasuk judi online.

2. Terdeteksi Sistem Anti-Money Laundering (AML)

Sistem perbankan modern dilengkapi dengan algoritma yang dapat mendeteksi pola transaksi tidak wajar, seperti:

  • Frekuensi transfer tinggi dalam nominal kecil ke banyak rekening berbeda.
  • Transaksi pada jam-jam tidak wajar (tengah malam secara rutin).
  • Aliran dana ke rekening yang sudah ditandai sebagai penampung dana judi.

3. Laporan dari Masyarakat atau Kepolisian

Jika sebuah nomor rekening dilaporkan oleh masyarakat melalui kanal resmi seperti CekRekening.id karena terkait penipuan atau perjudian, bank akan melakukan pembekuan sementara untuk verifikasi.


Ciri-Ciri Rekening yang Diblokir Akibat Judol

Jika rekening Anda terdampak pemblokiran rekening terkait judol, biasanya Anda akan mengalami hal berikut:

  • Gagal melakukan transfer melalui mobile banking (muncul kode eror tertentu).
  • Kartu ATM tertelan atau muncul keterangan “Restricted” saat mencoba menarik tunai.
  • Saldo di rekening masih terlihat, namun tidak bisa didebet atau dikurangi.
  • Pemberitahuan resmi dari pihak bank untuk datang ke kantor cabang terdekat.

Prosedur Penanganan Rekening yang Diblokir

Apabila Anda merasa tidak terlibat namun rekening tetap terblokir, berikut langkah yang harus diambil:

  1. Hubungi Call Center Resmi: Tanyakan alasan spesifik pemblokiran tersebut.
  2. Kunjungi Kantor Cabang: Bawa kartu identitas (KTP), buku tabungan, dan kartu ATM.
  3. Proses Klarifikasi: Pihak bank akan menanyakan asal-usul dana dan tujuan transaksi. Jika terbukti ada keterlibatan dengan situs judi, bank berhak menutup rekening secara permanen dan memasukkan data Anda ke dalam daftar hitam perbankan.
  4. Lapor ke OJK: Jika klaim Anda benar dan bank tidak memberikan solusi, Anda dapat membuat pengaduan melalui Kontak OJK 157.

Dampak Jangka Panjang Masuk Daftar Blacklist

Jangan meremehkan pemblokiran ini. Jika nama Anda masuk dalam daftar hitam terkait judi online, dampaknya sangat luas:

  • Sulit Membuka Rekening Baru: Data Anda akan tersebar di sistem informasi antar-bank.
  • Penolakan Pinjaman (Kredit): Skor kredit Anda akan buruk, sehingga sulit mengajukan KPR, KKB, atau pinjaman modal usaha.
  • Pengawasan Ketat: Semua aktivitas finansial Anda di masa depan akan diawasi secara ketat oleh otoritas keuangan.

Kesimpulan

Pemblokiran rekening terkait judol adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memberantas ekosistem judi di Indonesia. Masyarakat dihimbau untuk tidak meminjamkan rekening kepada orang lain dan menghindari segala bentuk transaksi yang berkaitan dengan situs judi demi keamanan finansial pribadi.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/

Cara Menghapus Iklan Judi Permanen di HP dan Browser Anda

Cara Menghapus Iklan Judi Permanen di HP dan Browser Anda

Tittle : Cara Menghapus Iklan Judi Permanen di HP dan Browser Anda

Cara Menghapus Iklan Judi Permanen di HP dan Browser Anda

Pernahkah Anda merasa terganggu karena tiba-tiba muncul iklan judi online saat sedang asyik berselancar di internet atau membuka aplikasi? Iklan judi atau “slot” tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berisiko membawa malware atau phishing yang berbahaya bagi data pribadi Anda.

Jika Anda ingin tahu cara menghapus iklan judi permanen, Anda berada di tempat yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah teknis untuk memblokir iklan tersebut di berbagai perangkat.


1. Gunakan Private DNS (Cara Paling Ampuh Tanpa Aplikasi)

Salah satu cara paling efektif untuk memblokir iklan di tingkat sistem adalah dengan menggunakan DNS khusus. DNS ini akan menyaring server iklan sebelum muncul di layar Anda.

Untuk Android:

  1. Buka Pengaturan (Settings).
  2. Pilih Koneksi & Berbagi atau Jaringan & Internet.
  3. Cari menu DNS Pribadi (Private DNS).
  4. Pilih opsi “Nama Inang Penyedia DNS Pribadi” dan ketik: dns.adguard.com.
  5. Klik Simpan.

Untuk iPhone (iOS): Anda perlu mengunduh profil DNS AdGuard atau menggunakan aplikasi seperti AdGuard Pro untuk mengatur DNS sistem secara otomatis.


2. Blokir Pop-Up dan Iklan di Google Chrome

Browser Chrome sering menjadi gerbang masuknya iklan judi. Anda bisa mematikan fitur pop-up melalui pengaturan internal.

  1. Buka aplikasi Chrome.
  2. Klik titik tiga di pojok kanan atas, pilih Setelan (Settings).
  3. Masuk ke Setelan Situs (Site Settings).
  4. Pilih Pop-up dan pengalihan, lalu pastikan posisinya Off/Blokir.
  5. Kembali ke Setelan Situs, pilih Iklan (Ads) dan pastikan juga dalam kondisi Blokir.

3. Matikan Personalisasi Iklan Google

Google sering menampilkan iklan berdasarkan aktivitas Anda. Jika Anda pernah tidak sengaja mengklik situs judi, Google mungkin akan terus menampilkannya.

  1. Masuk ke Akun Google Anda.
  2. Pilih menu Data & Privasi.
  3. Cari bagian Iklan Personalisasi (My Ad Center).
  4. Ubah pengaturannya menjadi Nonaktif (Off). Ini akan mencegah Google menargetkan iklan spesifik ke akun Anda.

4. Bersihkan Cache dan Hapus Aplikasi Mencurigakan

Iklan judi yang muncul secara tiba-tiba di layar utama (home screen) biasanya disebabkan oleh adware atau aplikasi berbahaya yang terinstal secara tidak sadar.

  • Hapus Aplikasi: Cek daftar aplikasi Anda. Jika ada aplikasi dengan ikon transparan atau nama yang aneh, segera Uninstall.
  • Hapus Cache Browser: Buka pengaturan Chrome > Privasi & Keamanan > Hapus data penjelajahan. Pilih “Semua waktu” dan klik Hapus Data.

5. Gunakan Ekstensi Adblocker (Untuk PC/Laptop)

Jika Anda menggunakan komputer, menginstal ekstensi adalah cara terbaik.

  • Pasang ekstensi uBlock Origin atau AdBlock Plus di Chrome Web Store.
  • Ekstensi ini secara otomatis mengenali daftar blacklist situs judi internasional maupun lokal.

Kenapa Iklan Judi Terus Muncul?

Iklan judi biasanya muncul karena tiga alasan utama:

  1. Situs yang Dikunjungi: Anda sering mengunjungi situs streaming film ilegal atau download bajakan.
  2. Adware: Ada aplikasi di HP Anda yang memiliki izin untuk menampilkan iklan di atas aplikasi lain.
  3. Cookies: Data penjelajahan Anda mencatat minat pada konten serupa.

Kesimpulan

Menerapkan cara menghapus iklan judi permanen memerlukan kombinasi antara pengaturan DNS dan kebersihan data browser. Dengan menggunakan dns.adguard.com, Anda bisa memblokir hingga 90% iklan judi yang beredar di aplikasi maupun browser secara otomatis.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/