Tittle : Sejarah Kelam: Kenapa Pinball Jadi Ajang Judi dan Sempat Dilarang?
Sejarah Kelam: Kenapa Pinball Jadi Ajang Judi dan Sempat Dilarang?

Hari ini, kita mengenal pinball sebagai permainan arkade klasik yang seru dan penuh lampu warna-warni. Namun, tahukah Anda bahwa selama hampir 40 tahun (1940-an hingga 1970-an), pinball dilarang di kota-kota besar seperti New York dan Chicago?
Muncul pertanyaan menarik: Kenapa pinball jadi ajang judi pada masa itu? Mengapa polisi sampai harus menghancurkan mesin-mesin ini dengan palu besar di depan publik? Berikut adalah sejarah lengkap dan alasannya.
Alasan Utama Pinball Dianggap Sebagai Perjudian
Pada masa awal kemunculannya, pinball sangat berbeda dengan mesin yang kita mainkan sekarang. Inilah faktor-faktor yang membuatnya dicap sebagai alat judi:
1. Ketiadaan “Flipper” (Sirip Pemukul)
Mesin pinball awal (tahun 1930-an) tidak memiliki flipper atau pemukul kayu/plastik yang kita gunakan untuk memantulkan bola. Pemain hanya menembakkan bola, dan bola tersebut jatuh begitu saja mengikuti gravitasi ke dalam lubang.
- Faktanya: Karena pemain tidak bisa mengontrol bola setelah ditembakkan, permainan ini murni dianggap sebagai permainan keberuntungan (game of chance), bukan ketangkasan. Dalam hukum banyak negara, permainan keberuntungan yang melibatkan hadiah adalah definisi dari perjudian.
2. Hadiah Langsung Berupa Uang atau Barang
Pada masa Depresi Besar di Amerika, pemilik kedai atau bar sering menggunakan mesin pinball untuk menarik pelanggan. Pemain yang berhasil mencapai skor tertentu bisa menukarkan poin mereka dengan:
- Uang tunai secara sembunyi-sembunyi.
- Hadiah gratis seperti minuman keras, rokok, atau permen. Praktik ini membuat pemerintah melihat pinball sebagai “mesin slot” yang menyamar.
3. Keterkaitan dengan Kejahatan Terorganisir
Pada era tersebut, distribusi mesin pinball banyak dikuasai oleh kelompok mafia. Keuntungan dari koin-koin yang masuk ke mesin digunakan untuk mendanai aktivitas ilegal lainnya. Hal ini membuat Wali Kota New York saat itu, Fiorello La Guardia, menyatakan perang terhadap pinball karena dianggap merusak moral anak muda dan memperkaya penjahat.
Momen Perubahan: Dari Judi Menjadi Ketangkasan
Pelarangan pinball mulai goyah ketika elemen ketangkasan (skill) diperkenalkan secara nyata.
- Penemuan Flipper (1947): Penemuan sirip pemukul (flipper) memberikan pemain kontrol penuh untuk menjaga bola tetap hidup. Ini mengubah narasi dari “keberuntungan” menjadi “keterampilan tangan”.
- Kesaksian Roger Sharpe (1976): Larangan pinball di New York akhirnya dicabut setelah seorang pemain ahli bernama Roger Sharpe mendemonstrasikan di depan pengadilan bahwa ia bisa memprediksi ke mana bola akan pergi berdasarkan gerakannya. Ini membuktikan bahwa pinball adalah permainan ketangkasan, bukan judi.
Perbedaan Pinball dan Mesin Judi Modern
Meskipun kenapa pinball jadi ajang judi adalah bagian dari sejarah, saat ini perbedaannya sangat jelas:
- Kontrol Pemain: Dalam pinball modern, pemain bisa mempelajari teknik nudging (menggoyang mesin tanpa tilt) dan akurasi pukulan.
- Tujuan Hiburan: Fokus utama pinball saat ini adalah skor tertinggi, bukan penukaran uang tunai.
- Regulasi: Mesin pinball kini dikategorikan sebagai Amusement Machine (mesin hiburan) dan legal di hampir seluruh dunia.
Kesimpulan
Sejarah kenapa pinball jadi ajang judi memberikan kita pelajaran tentang bagaimana sebuah teknologi permainan bisa disalahartikan. Berawal dari mesin tanpa kontrol yang digunakan untuk taruhan ilegal, kini pinball telah berevolusi menjadi simbol budaya pop dan olahraga ketangkasan yang diakui secara global.
Link daftar silakan di klik : https://panached.org/
