Tittle : Kenapa Pachinko Disebut Judi dari Jepang? Simak Sejarah dan Aturannya
Kenapa Pachinko Disebut Judi dari Jepang? Simak Sejarah dan Aturannya

Jika Anda berjalan-jalan di kota-kota besar Jepang, Anda pasti akan menemukan gedung-gedung dengan lampu neon terang dan suara bising yang berasal dari ribuan bola logam kecil. Itulah gedung Pachinko. Namun, meski terlihat seperti permainan hiburan biasa, banyak orang bertanya-tanya: Kenapa Pachinko disebut judi dari Jepang?
Secara teknis, perjudian dilarang keras di Jepang. Namun, Pachinko berhasil beroperasi di area “abu-abu” yang unik. Artikel ini akan mengulas alasan di balik sebutan tersebut dan bagaimana mekanisme “celah hukum” yang mereka gunakan.
Apa Itu Pachinko?
Pachinko adalah permainan mekanis yang berasal dari Jepang, menyerupai perpaduan antara mesin pinball dan mesin slot. Pemain menembakkan bola-bola logam kecil ke dalam mesin, dan jika bola masuk ke lubang tertentu, pemain akan mendapatkan lebih banyak bola sebagai hadiah.
Alasan Mengapa Pachinko Dikategorikan Sebagai Judi
Meskipun secara resmi diklasifikasikan sebagai “permainan hiburan” oleh hukum Jepang, berikut adalah alasan mengapa masyarakat internasional menyebutnya sebagai bentuk perjudian:
1. Adanya Pertukaran Nilai (Celah Tiga Toko)
Di Jepang, dilarang menukar kemenangan permainan dengan uang tunai secara langsung di lokasi. Untuk menyiasatinya, Pachinko menggunakan sistem unik yang disebut Sistem Tiga Toko (San-ten Hoshiki):
- Toko 1 (Gedung Pachinko): Pemain menukarkan bola logam yang mereka menangkan dengan hadiah fisik, seperti cokelat, rokok, atau kartu plastik emas khusus.
- Toko 2 (Pusat Penukaran Hadiah): Di luar gedung (biasanya di gang kecil di dekatnya), terdapat jendela kecil tempat pemain menukarkan hadiah fisik tersebut dengan uang tunai.
- Toko 3 (Pedagang Hadiah): Pihak ketiga yang membeli kembali hadiah tersebut dan menjualnya kembali ke gedung Pachinko.
Secara teknis, gedung Pachinko tidak memberikan uang tunai, sehingga mereka tidak melanggar hukum judi secara langsung. Namun, hasilnya bagi pemain tetaplah sama: bertaruh bola untuk mendapatkan uang.
2. Unsur Keberuntungan vs Strategi
Seperti judi pada umumnya, hasil permainan Pachinko sangat bergantung pada keberuntungan (probabilitas mesin). Meskipun pemain bisa mengatur kecepatan tembakan bola, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh mekanisme komputer di dalam mesin.
3. Dampak Sosial dan Ketergantungan
Pachinko sering dikaitkan dengan masalah sosial yang sama dengan judi kasino, seperti kecanduan (adiksi), utang finansial, dan masalah keluarga. Banyak orang Jepang menghabiskan waktu berjam-jam di depan mesin ini dengan harapan memenangkan hadiah besar.
Status Hukum Pachinko di Jepang
Jepang memiliki undang-undang yang sangat ketat mengenai perjudian. Namun, Pachinko diatur di bawah Undang-Undang Fueho (Undang-Undang yang mengatur bisnis hiburan dewasa). Karena bola tidak dapat langsung ditukar dengan uang di dalam kasir yang sama, pemerintah Jepang secara historis menoleransi bisnis ini sebagai bagian dari budaya rekreasi masyarakat.
Fakta Menarik: Pachinko vs Kasino
Baru-baru ini, Jepang mulai melegalkan pembangunan resor kasino terpadu (Integrated Resorts) untuk pertama kalinya. Namun, hingga saat ini, Pachinko tetap menjadi industri bernilai miliaran dolar yang jauh lebih besar dan lebih mudah diakses oleh warga lokal dibandingkan rencana kasino baru tersebut.
Kesimpulan
Jadi, kenapa Pachinko disebut judi dari Jepang? Jawabannya adalah karena meskipun hukum melarang judi uang tunai, praktik pertukaran hadiah dengan uang melalui pihak ketiga menjadikan permainan ini sebagai aktivitas perjudian secara de facto. Ini adalah bagian unik dari budaya Jepang yang menggabungkan hiburan modern dengan celah hukum tradisional.
Link daftar silakan di klik : https://panached.org/
