Jejak Judi di Masa Firaun: Mengenal Jenis Permainan dan Taruhan Mesir Kuno

tittle: Jejak Judi di Masa Firaun: Mengenal Jenis Permainan dan Taruhan Mesir Kuno

Mesir Kuno tidak hanya dikenal dengan piramida dan mumi, tetapi juga sebagai salah satu peradaban awal yang memiliki budaya hiburan yang sangat kompleks. Di balik kemegahan kuil-kuil di sepanjang Sungai Nil, masyarakat Mesir Kuno—dari kalangan budak hingga bangsawan—telah mengenal berbagai bentuk permainan ketangkasan dan keberuntungan yang sering kali melibatkan taruhan.

Artikel ini akan mengulas jenis-jenis judi di zaman Mesir Kuno dan bagaimana pandangan hukum serta sosial mereka terhadap praktik tersebut.


1. Senet: Permainan “Nasib” yang Sakral

Senet adalah permainan papan tertua dan paling populer di Mesir Kuno (muncul sekitar 3100 SM). Walaupun memiliki makna religius tentang perjalanan jiwa menuju alam baka, Senet juga sering digunakan sebagai media perjudian.

  • Cara Bermain: Pemain menggerakkan bidak di atas papan berisi 30 kotak. Keberuntungan ditentukan oleh lemparan batang kayu atau tulang (sebagai pengganti dadu).
  • Aspek Judi: Dalam konteks sekuler, para pemain sering bertaruh untuk barang-barang berharga seperti perhiasan, biji-bijian, atau minyak wangi.

2. Mehen (Permainan Ular)

Permainan ini melibatkan papan berbentuk ular melingkar. Berbeda dengan Senet, Mehen lebih banyak mengandalkan keberuntungan murni melalui lemparan benda, yang membuatnya menjadi favorit di kalangan pejudi yang menginginkan permainan cepat.

3. Judi Ketangkasan: Balap dan Atletik

Selain permainan papan, masyarakat Mesir sangat menggemari taruhan pada aktivitas fisik.

  • Gulat dan Tinju: Pertarungan fisik sering menjadi tontonan publik di mana penonton akan bertaruh pada siapa yang akan menang.
  • Balap Kereta Perang: Meskipun lebih umum di era Kerajaan Baru (New Kingdom), balap kereta menjadi ajang taruhan besar di kalangan elit militer dan bangsawan.

4. Penggunaan Dadu Kuno (Astragali)

Sebelum dadu berbentuk kubus sempurna ditemukan, orang Mesir menggunakan Astragali (tulang pergelangan kaki hewan).

  • Tulang ini memiliki empat sisi berbeda. Pemain akan melemparkannya dan bertaruh pada posisi sisi mana yang muncul di atas.
  • Temuan arkeologis menunjukkan banyak astragali yang ditemukan di makam-makam pekerja, menandakan bahwa judi adalah hiburan harian bagi mereka.

Status Hukum Judi di Mesir Kuno

Berbeda dengan beberapa dinasti Islam yang mengharamkan judi secara mutlak, Mesir Kuno memiliki pandangan yang lebih terbuka namun tetap terkendali.

  1. Hukum bagi Pejudi: Menurut catatan sejarah (seperti tulisan Herodotus), meski judi diperbolehkan, mereka yang terjebak utang judi yang berlebihan bisa kehilangan hak-hak sipilnya atau dipaksa bekerja di pertambangan untuk melunasi utang.
  2. Judi di Mata Agama: Bagi mereka, keberuntungan dalam permainan dianggap sebagai intervensi dari dewa, terutama dewa Thoth (dewa kebijaksanaan) yang dalam mitologi dikisahkan memenangkan hari-hari tambahan dalam setahun melalui permainan judi dengan dewa bulan.

Fakta Menarik Judi Mesir Kuno

Nama PermainanMediaUnsur Taruhan
SenetPapan kayu/batuBarang berharga & makanan
MehenPapan melingkarPerhiasan emas/perak
AstragaliTulang hewanBiji-bijian & ternak
Tug-of-warKetangkasan fisikTaruhan antar penonton

Kesimpulan

Judi di Mesir Kuno adalah cerminan dari kehidupan mereka yang menghargai keseimbangan antara kerja keras dan hiburan. Dari papan Senet yang sakral hingga lemparan tulang di pinggiran sungai, praktik ini menunjukkan bahwa keinginan manusia untuk mengadu nasib telah ada sejak ribuan tahun lalu.

Mempelajari sejarah ini memberi kita perspektif bahwa mekanisme judi modern—seperti penggunaan probabilitas dan taruhan fisik—memiliki akar yang sangat dalam pada peradaban besar di Afrika Utara ini.

Link daftar silakan di klik : https://panached.org/