Tittle : Sejarah Pinball dan Judi: Dari Mesin Terlarang Hingga Menjadi Ikon Pop Culture
Sejarah Pinball dan Judi: Dari Mesin Terlarang Hingga Menjadi Ikon Pop Culture

Bagi banyak orang saat ini, pinball adalah permainan arkade klasik yang mengandalkan ketangkasan fisik dan refleks. Namun, tahukah Anda bahwa selama lebih dari 40 tahun, pinball dianggap sebagai alat judi ilegal di berbagai kota besar di Amerika Serikat, termasuk New York dan Chicago?
Artikel ini akan mengulas sejarah kelam pinball judi, alasan di balik pelarangannya, hingga transformasi mesin ini menjadi permainan keluarga yang kita kenal sekarang.
Asal-Usul: Dari Bagatelle Menjadi Mesin Koin
Akar sejarah pinball bermula dari permainan Prancis bernama Bagatelle pada abad ke-18. Namun, revolusi sebenarnya terjadi pada era Depresi Besar (1930-an) di Amerika Serikat.
Pada tahun 1931, David Gottlieb merilis Baffle Ball, mesin pinball pertama yang dioperasikan dengan koin. Di tengah kesulitan ekonomi, masyarakat mencari hiburan murah. Masalah muncul karena pada masa itu, mesin pinball belum memiliki sirip (flipper). Pemain hanya meluncurkan bola dan membiarkan gravitasi bekerja. Hal ini membuat hasilnya murni berdasarkan keberuntungan, bukan keterampilan—ciri utama dari sebuah perjudian.
Mengapa Pinball Sempat Dianggap Judi?
Pada tahun 1930-an hingga 1940-an, pinball menjadi target utama pihak kepolisian karena beberapa alasan:
- Sistem Hadiah Payout: Banyak pemilik toko memberikan hadiah uang tunai atau kupon gratis bagi mereka yang mencapai skor tertentu. Hal ini mengubah mesin hiburan menjadi mesin slot terselubung.
- Ketiadaan Kontrol Pemain: Tanpa adanya tombol flipper (yang baru ditemukan pada 1947), pemain tidak bisa mengendalikan jalannya bola. Secara hukum, jika hasil permainan ditentukan oleh nasib dan bukan keahlian, maka itu dikategorikan sebagai judi.
- Kaitan dengan Mafia: Pihak berwenang percaya bahwa industri pinball dikuasai oleh kelompok kriminal terorganisir (Mafia) untuk mencuci uang.
Era Pelarangan: Penghancuran Massal oleh Wali Kota La Guardia
Puncak permusuhan terhadap pinball terjadi pada tahun 1942 di New York City. Wali Kota Fiorello La Guardia memimpin kampanye besar-besaran untuk memusnahkan pinball.
Ia menyebut pinball sebagai “alat dari neraka” yang merampas uang saku anak-anak sekolah. Dalam aksi publisitas yang terkenal, La Guardia menghancurkan ribuan mesin pinball dengan palu godam dan membuang puing-puingnya ke Sungai Hudson. Pelarangan ini berlangsung selama hampir 34 tahun, membuat pinball menjadi barang gelap yang hanya ada di bar-bar tersembunyi.
Titik Balik: Roger Sharpe dan Kesaksian “Tembakan Ajaib”
Bagaimana pinball bisa menjadi legal kembali? Semuanya berubah pada tahun 1976. Roger Sharpe, seorang pemain pinball legendaris, memberikan kesaksian di depan dewan kota New York untuk membuktikan bahwa pinball adalah permainan ketangkasan (game of skill), bukan judi.
Sharpe melakukan demonstrasi langsung. Ia menyatakan bahwa jika ia menekan tombol pada saat yang tepat, bola akan masuk ke jalur tertentu. Ia berhasil membuktikannya dengan satu tembakan presisi. Dewan kota akhirnya yakin, dan larangan pinball dicabut. Sejak saat itu, industri pinball meledak dengan inovasi teknologi dan tema-tema pop culture.
Evolusi Pinball: Dari Judi ke Olahraga Ketangkasan
| Era | Status | Karakteristik Utama |
| 1930-an | Judi/Hiburan | Tanpa flipper, mengandalkan keberuntungan, hadiah uang tunai. |
| 1940-1970an | Ilegal (NYC) | Dianggap merusak moral, dilarang di banyak kota besar. |
| 1976-Sekarang | Legal/Sport | Penggunaan flipper, fitur digital, kompetisi profesional (IFPA). |
Kesimpulan
Sejarah pinball adalah kisah tentang persepsi hukum yang berubah. Dari dianggap sebagai mesin judi yang korup dan dikelola mafia, kini pinball berdiri tegak sebagai simbol nostalgia dan ketangkasan mekanik. Meskipun unsur keberuntungan tetap ada, keberadaan flipper telah mengubah takdir mesin ini dari perjudian menjadi sebuah karya seni interaktif.
Link daftar silakan di klik : https://panached.org/
