Tittle : Pro dan Kontra Praktik Judi Sabung Ayam: Mengapa Tradisi Ini Begitu Sulit Diberantas?
Pro dan Kontra Praktik Judi Sabung Ayam: Mengapa Tradisi Ini Begitu Sulit Diberantas?

Di berbagai pelosok Indonesia, suara riuh rendah di sebuah gelanggang tersembunyi sering kali menjadi pertanda adanya praktik sabung ayam. Fenomena ini bukan hal baru; ia telah ada selama berabad-abad. Namun, di balik taji yang tajam dan debu yang beterbangan, terdapat pertentangan tajam antara nilai tradisi dan penegakan hukum pidana.
Meskipun aparat kepolisian gencar melakukan penggerebekan, judi sabung ayam seolah memiliki “nyawa sembilan” yang membuatnya sulit diberantas habis. Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar? Berikut adalah analisis detail mengenai pro dan kontra praktik ini.
Akar Budaya dan Sejarah: Mengapa Ada yang Mendukung? (Pro)
Pihak yang melihat sisi positif atau “pro” terhadap eksistensi sabung ayam biasanya berpijak pada argumen budaya dan hobi.
1. Ritual dan Simbolisme Keagamaan
Di Bali, sabung ayam dikenal dengan istilah Tabuh Rah. Ini bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari upacara adat Yadnya untuk menyucikan energi negatif melalui tetesan darah ke bumi. Bagi masyarakat yang memegang teguh adat, menghapuskan sabung ayam sama saja dengan memotong akar budaya mereka.
2. Komunitas dan Pelestarian Unggas
Para penghobi berargumen bahwa sabung ayam memicu semangat pelestarian ras ayam petarung unggul. Mereka melakukan persilangan genetik secara teliti, yang pada akhirnya menciptakan ekosistem ekonomi bagi peternak ayam, penjual pakan, hingga penyedia jamu herbal khusus unggas.
3. Aspek Psikologis dan Maskulinitas
Bagi sebagian pria di pedesaan maupun perkotaan, memiliki ayam pemenang adalah simbol prestise dan maskulinitas. Gelanggang menjadi ruang sosial untuk membangun relasi dan solidaritas antar kelompok.
Pelanggaran Hukum dan Dampak Sosial: Mengapa Dilarang? (Kontra)
Di sisi lain, mayoritas masyarakat dan negara memandang sabung ayam sebagai penyakit sosial yang harus dibasmi karena beberapa alasan krusial:
1. Perjudian sebagai Penyakit Ekonomi
Argumen kontra yang paling kuat adalah adanya unsur perjudian. Taruhan dalam sabung ayam sering kali melibatkan uang dalam jumlah masif, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Hal ini memicu:
- Kemiskinan: Uang yang seharusnya untuk kebutuhan pokok keluarga habis di meja taruhan.
- Kriminalitas Turunan: Kekalahan judi sering kali berujung pada aksi pencurian, perampokan, atau pinjaman online (pinjol) ilegal.
2. Legalitas Hukum di Indonesia
Secara hukum positif, sabung ayam yang disertai taruhan melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman pidana penjara hingga 10 tahun. Selain itu, penyelenggara bisa dijerat dengan undang-undang penertiban perjudian yang lebih spesifik.
3. Isu Animal Cruelty (Kekejaman Hewan)
Aktivis kesejahteraan hewan mengecam praktik ini karena dianggap sangat kejam. Ayam sering kali dipasangi taji besi (spur) berupa pisau kecil yang sangat tajam. Pertarungan biasanya berakhir dengan kematian atau cacat permanen bagi hewan, yang dianggap melanggar etika kemanusiaan terhadap sesama makhluk hidup.
Analisis: Mengapa Sabung Ayam Begitu Sulit Diberantas?
Ada beberapa faktor detail yang menyebabkan praktik ini tetap langgeng meski ditekan secara hukum:
- Kedok Tradisi: Penyelenggara sering kali meminjam istilah “kontes ketangkasan” atau “ritual adat” untuk mengelabui aparat.
- Jaringan Terorganisir: Judi sabung ayam skala besar biasanya memiliki sistem keamanan yang canggih, menggunakan informan untuk memantau pergerakan polisi.
- Lokasi yang Terpencil: Gelanggang sering kali berpindah-pindah (mobile) dan berada di dalam hutan atau pemukiman padat yang sulit diakses kendaraan petugas.
- Simbiosis Ekonomi Lokal: Di sekitar gelanggang biasanya tumbuh ekonomi kecil (penjual makanan dan minuman) yang membuat warga sekitar cenderung melindungi keberadaan tempat tersebut karena alasan ekonomi.
Kesimpulan
Judi sabung ayam di Indonesia adalah isu kompleks yang mempertemukan hukum modern dengan tradisi kuno. Sementara nilai budaya mungkin menjadi alasan awal, masuknya unsur uang dan taruhan telah mengubahnya menjadi praktik kriminal yang merusak tatanan sosial.
Pemberantasan yang efektif tidak bisa hanya melalui penggerebekan fisik, tetapi juga melalui edukasi ekonomi dan penyediaan wadah hobi yang lebih sehat (seperti kontes kecantikan atau suara ayam) tanpa melibatkan kekerasan dan perjudian.
Link daftar silakan di klik : https://panached.org/
