Tittle : Menguak Alasan di Balik Fenomena Kamboja Dicap Sebagai Pusat Judi Online Dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Kamboja sering kali muncul dalam berbagai pemberitaan terkait industri perjudian. Mulai dari pusat kasino megah hingga markas besar operator digital, negara ini seolah memiliki magnet kuat bagi industri ini. Pertanyaannya, mengapa Kamboja dicap sebagai negara judi online atau “surga” bagi para pengembang aplikasi taruhan?
Fenomena ini bukan terjadi secara kebetulan. Ada kombinasi antara kebijakan ekonomi, regulasi yang sempat longgar, hingga pergeseran tren bisnis di Asia Tenggara yang membuat Kamboja menjadi titik sentral industri ini.
Alasan Utama Kamboja Menjadi Hub Judi Online

Ada beberapa faktor kunci yang menyebabkan label ini melekat kuat pada negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hun Manet tersebut:
1. Kebijakan Ekonomi dan Investasi Asing
Pada awalnya, pemerintah Kamboja melihat industri perjudian sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi, terutama untuk menarik investasi asing. Kota-kota seperti Sihanoukville diubah dari kota pelabuhan yang tenang menjadi kota kasino dalam waktu singkat dengan dukungan dana besar dari investor luar.
2. Legalitas Kasino Fisik yang Meluas
Berbeda dengan banyak negara tetangganya di ASEAN, Kamboja melegalkan kasino fisik bagi warga asing. Keberadaan gedung-gedung kasino ini kemudian menjadi “payung” atau basis infrastruktur bagi operasional judi online yang menjangkau pasar internasional.
3. Kemudahan Lisensi di Masa Lalu
Kamboja sempat memiliki masa di mana izin operasional judi online (iGaming) relatif mudah didapatkan. Meskipun pada tahun 2019 pemerintah sempat mengeluarkan larangan resmi terhadap judi online, namun infrastruktur dan jaringan yang sudah terlanjur terbangun membuatnya sulit diberantas sepenuhnya secara instan.
Tabel: Evolusi Industri Judi di Kamboja
| Periode | Status Industri | Dampak Utama |
| Sebelum 2019 | Legalitas Penuh & Masif | Booming pembangunan kasino di Sihanoukville |
| Agustus 2019 | Larangan Judi Online | Eksodus investor besar, munculnya operator ilegal |
| 2020 – Sekarang | Pengetatan Regulasi | Industri bergerak ke “bawah tanah” atau klaster tertutup |
| Dampak Sosial | Isu Keamanan | Munculnya kasus penipuan kerja dan TPPO |
Sihanoukville: Simbol “Las Vegas” Kamboja yang Berubah
Sihanoukville adalah bukti nyata mengapa Kamboja dicap sebagai negara judi online. Ratusan gedung tinggi dibangun khusus untuk menampung ribuan pekerja di sektor ini. Namun, pasca pelarangan judi online pada 2019 dan pandemi COVID-19, banyak proyek yang terbengkalai, menciptakan sisi kelam kota yang penuh dengan gedung kosong.
Dampak Label “Negara Judi” Terhadap Hubungan Internasional
Label ini tidak datang tanpa konsekuensi. Kamboja menghadapi tekanan besar dari dunia internasional, termasuk:
- Isu Keamanan Siber: Banyak negara tetangga (seperti Indonesia) yang mengeluhkan serangan judi online yang servernya terdeteksi berada di Kamboja.
- Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Munculnya laporan mengenai pekerja migran yang dijanjikan pekerjaan legal namun dipaksa menjadi operator judi atau scammer.
- Citra Pariwisata: Kamboja berjuang keras memulihkan citranya sebagai destinasi budaya (Angkor Wat) agar tidak melulu identik dengan meja judi.
Kesimpulan: Upaya Pemerintah Kamboja Berbenah
Meskipun Kamboja dicap sebagai negara judi online, pemerintah setempat terus berupaya melakukan pembersihan melalui UU Penanganan Perjudian Komersial. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa investasi yang masuk ke Kamboja adalah investasi yang bersih dan berkelanjutan, bukan sekadar spekulasi yang merusak tatanan sosial.
Memahami latar belakang ini penting agar kita tidak hanya melihat labelnya saja, tetapi juga memahami kompleksitas ekonomi dan tantangan penegakan hukum di baliknya.
Link daftar silakan di klik : https://panached.org/
